diposkan pada : 03-11-2015 11:35:48 Pengendalian Hama Dan Penyakit Kedelai

Pengendalian Hama Dan Penyakit Kedelai

 

Pengendalian hama dan penyakit tanaman kedelai sangat diperlukan. Berikut beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai:

  1. Aphis glycine

Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). Virus ini menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. Gejala yang diakibatkan oleh kutu ini adalah tanaman menjadi layu, pertumbuhannya terhambat. Pengendalian tanaman kedelai dari kutu ini adalah:

  • Jangan tanam tanaman inang seperti: terung-terungan, kapas-kapasan atau kacang-kacangan
  • Buang bagian tanaman terserang dan bakar,
  • Gunakan musuh alami (predator maupun parasit)
  • Semprot Natural BVR atau PESTONA dilakukan pada permukaan daun bagian bawah.
  1. Kumbang daun tembukur (Phaedonia inclusa)

Kumbang ini bertubuh kecil, hitam bergaris kuning dan bertelur pada permukaan daun. Gejala yang ditimbulkan: larva dan memakan daun, bunga, pucuk, polong muda, bahkan seluruh tanaman. Cara pengendalian dari kumbang ini dengan  PESTONA.

  1. Ulat polong (Ettiela zinchenella)

Ulat polong menimbulkan  lubang kecil pada buah. Sewaktu buah masih hijau, polong bagian luar berubah warna, di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Pengendalian dengan cara tanam tepat waktu.

  1. Lalat kacang (Ophiomyia phaseoli)

Lalat ini menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Cara pengendalian : pada saat benih ditanam, tanah diberi POC NASA, kemudian setelah benih ditanam, tanah ditutup dengan jerami . Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan PESTONA. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan.

  1. Ulat grayak (Spodoptera litura)

Ulat ini menimbulkan kerusakan pada daun, ulat hidup bergerombol, memakan daun, dan berpencar mencari rumpun lain. Cara pengendalian dari ulat ini adalah

  • Sanitasi
  • Semprotkan Natural Vitura  pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman).
  1. Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas sp.)

Penyakit layu bakteri menimbulkan gejala  adalah tanaman layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. Pengendalian dari penyakit ini dengan pemberian Natural GLIO.

  1. Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii)

Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu, saat udara lembab, dan tanaman berjarak tanam pendek. Gejala yaang ditimbulkan adalah daun sedikit demi sedikit layu, menguning. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian : tanam varietas tahan dan tebarkan Natural GLIO di awal.

  1. Anthracnose (Colletotrichum glycine )

Antharacnose menimbulkan gejala daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam, daun yang paling rendah rontok, muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Pengendalian dari penyakit ini adalah :

  • Perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat
  • Pencegahan di awal dengan Natural GLIO.
  1. Penyakit karat (Cendawan Phakospora phachyrizi)

Penyakit Karat menimbulkan gejala yaitu daun tampak bercak dan bintik coklat. Pengendalian dari penyakit ini adalah:

  • Menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit
  • Semprotkan Natural GLIO + gula pasir

10. Busuk batang (Cendawan Phytium Sp). Busuk batang menimbulkan gejala batang menguning kecoklat-coklatan dan basah, kemudian membusuk dan mati. Pengendaliannya dengan cara  memperbaiki drainase lahan; dan tebarkan Natural GLIO di awal.

 

Artikel lainnya »